Kehidupan manusia memang telah mulai sejak awal banyak menyimpan misteri, mulai dari sistem awal dari sp3rm4 hingga ke perwujudan berbentuk bayi. Hal semacam itu dapat terlepas dari banyak fenomena misteri yang berlangsung disekitar kita. Anda pastinya telah akrab dengan adanya banyak fenomena hantu, namun bagaimana dengan fenomena mayat jalan?
Mungkin saja mayat jalan hanya Anda saksikan melalui layar kaca. Namun nyatanya mayat jalan atau yang mungkin saja lebih akrab di sapa zombie juga berjalan di kehidupan nyata. Benarkah juga yang bikin kita tidak Kebiasaan ma’nene sudah berjalan sejak mulai jaman dahulu saat, bahkan juga kebiasaan itu sudah dimulai jauh sebelumnya Indonesia merdeka. Cerita mayat jalan itu bermula saat seorang pemburu muda yang dikenal dengan nama Pong Rumasek temukan satu sosok mayat di dalam hutan yang terdapat di sekiatr pegunungan Balla. Terasa kasihanlantaran mayat ituti dak terurus dan di biarlah tergeletak demikian saja, Pong Rumasek juga konon selanjutnya hentikan perburuannya untuk melindungi mayat itu dengan membungkus mayat menggunakan pakaiannya. Anehnya setelah melindungi mayat itu Pong Rumasek diberitakan segera mudah peroleh binatang buruan. Bahkan juga sesampainya dirumah semuanya lading pertaniannya juga langsung tumbuh subur, hasil pertaniannya juga langsung berlimpah. Mulai sejak saat itu setiap waktu berburu di rimba Rumasek juga selalu berkunjung ke mayat itu, bahkan beritanya Rumasek dengan ilmunya ia juga mengajak mayat itu untuk ikut berburu dengannya. Bermula dari situ kisahnya juga selalu berkembang hingga sekarang ini dan menjadi satu kepercayaan yang demikian melekat di masyarakat Tana
Toraja, mereka meyakini apabila arwah leluhur mereka akan tidak meninggalkan keluarganya seperti kepercayaan yang selalu di turunkan pada generasi Pong Rumasek. Arwah itu diakui selalu hidup untuk membantu keluarganya.
FENONEMA MAYAT YANG BERJALAN
Mayat Berjalan Toraja 3 oleh SegiEmpatJika ritual tersebut adalah ritual untuk menghormati beberapa leluhur termasuk juga Pong Rumasek, yang menjadi pertanyaannya adalah bagaimana bisa
mayat dihidupkan kembali, kebayangkan seperti apa?. Bahkan tidak cuma bangun dari tidur namun juga diminta jalan sampai di rumahnya. Dari penelusuran, prosesi pembangkitan mayat
orang yang sudah meninggal tak mudah dilakukan, hanya orang orang tertentu yang mempunyai pengetahuan spesifik yang bisa menghidupkan mayat dan memerintahkannya untuk jalan. Hal tersebut juga tak lepas dari tradisi ma’nene atau yang mungkin saja lebih mudah disebut sebagai tradisi untuk mengganti pakaian jenazah sebagai bentuk penghormatan.
Fenomena mayat jalan yang cuma satusatunya ada di Toraja ini memanglah termasuk sangatlah mengerikan. Bahkan beritanya seiring dengan berkembangnya saat ilmu untuk menghidupkan mayat juga tidak cuma di pakai untuk ritual ma’nene. Namun juga mulai di gunakan untuk menggiring mayat agar dapat jalan sendiri menuju pemakamannya, begitu pula bila ada salah seorang sanak keluarga yang terasa rindu dengan mendiang jadi mayat yang di rindukan akan di datangkan ke rumah dengan cara berjalan. Namun sesampainya dirumah mayat itu tetaplah akan di tidurkan di
kamar yang sudah disiapkan khusus.
Mayat Berjalan Toraja oleh SegiEmpatMenurut salah seorang masyarakat setempat tradisi menghidupkan mayat untuk berjalan sendiri juga tidak lepas dari doadoa yang di panjatkan menghidupkan mayat telah mulai tidak sering di pakai. Namun di daerahdaerah pelosok masihlah kerap lakukan ritual ma’nene. Fenomena mayat jalan Toraja sekarang ini sudah tersebar sampai ke berbagai pelosok penjuru dunia. Bahkan ritual yang diadakan setiap bulan Agustus setiap tahunnya ini telah jadi satu bagian pariwisata kepada para leluhur, tetapi untuk masyarakat perkotaan ritual
sumber: http://www.isuterpanas.com

0 komentar:
Posting Komentar