Kepolisian dari Polda Papua sudah menduga penembak dari 5 anggota polisi di polsek Sinak, Kabupaten Puncak yang sejumlah dari 25 orang. Mereka masuk lewat pintu dari belakang polsek yang di sangka sudah di buka oleh DK yang sampai kini telah 4 th. jadi tenaga pmbantu di polsek.
Kepala Bagian Jalinan Orang-orang Polda Papua, Kombes Rudolf Patrige yang mengakui dari ke lima anggota polisi itu itu sudah di tembak waktu ada di ruangan penjagaan serta tengah melihat televise.
“Pada malam itu, ke lima anggota polisi sedang tidak siap atau kurang siaga. Saat mereka tengah melihat televise serta anggota meyakinkan semuanya pintu telah tertutup terkunci, serta hingga ke lima anggota ada di depan. Walau demikian DK ini yang membantuk grup penembak itu untuk lakukan aksinya lewat cara membukakan pintu di belakang, ” Ungkap Patrige didalam info persnya yang ada di Papua.
Sebentar sebelumnya grup itu masuk kedalam, di sangka ada satu kali tembakan sebagai kode untuk DK untuk buka pintu itu. Terlebih jarak Honai yang terdapat di belakang kantor polsek yang cuma berjarak 40 mtr. saja.
Ketika kelompo ini masuk, tembakan yang pertama tentang tangan Bripda Rian, lantas rian sukses untuk melarikan diri ke koramil yang berjarak 300 mtr. dari polsek Sinak. dia sukses untuk melarikan diri dengan melompat ke jendela dari ruang kapolsek.
Serta sekelompo penembak juga menembak lagi serta tentang Bripda Dumpa yang sempat juga untuk melarikan diri lewat cara menabrak 15 orang yang ada di depanya serta menuju ke koramil.
“Tiga orang lainya ini yang segera di kepung oleh sekumpulan penembak itu serta di tembaki di tempat peristiwa sampai tewas di tempa. Ketiganya bernama Bripda Ilham, Briptu Muhamad Rashid Rido Matdoan, serta Bripda Armansyah. ” Ungkap Patrige.
Penyerangan penembakan yang ada di polsek Sinak, kabupaten Puncak, Papua. yang berlangsung di hari minggu tanggal 27 Desember malam sekitaran 20. 45 WIT. Peristiwa itu sudah menewaskan tiga anggota polisi serta diberitakan tujuh pucuk senjata api sudah hilang.
Tujuh pucuk yang sudah diambil sekumpulan penyerang itu berjenis Ak 47 serta SS 1 semasing pucuk, dan yang berjenis senjata api laras panjang atau moser tiga pucuk beserta amunisi 1 peti.
sumber: http://www.jaya-selalu.com/

0 komentar:
Posting Komentar